1.049 Sertifikat Elektronik Wajib Pajak Dinonaktifkan

Jakarta,- DIREKTORAT Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan menonaktifkan (suspend) sertifikat elektronik dari 1.049 wajib pajak (WP) yang terindikasi sebagai penerbit faktur pajak (FP) tidak sah. Penetapan status itu merupakan pelaksanaan dari Peraturan Dirjen Pajak No PER-19/PJ/2017 tentang Perlakuan terhadap Penerbitan dan/atau Penggunaan Faktur Pajak tidak Sah oleh Wajib Pajak.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan aturan itu untuk menghentikan kerugian lebih lanjut pada penerimaan pajak serta mengembalikan kerugian penerimaan pajak. “Perlakuan terhadap penerbitan FP tidak sah WP yang terindikasi menerbitkan FP tidak sah akan dijatuhi status non-aktif sehingga WP bersangkutan tidak bisa menerbitkan FP secara elektronik hingga ada klarifikasi,” kata Hestu via rilisnya, Kamis (25/1).

Hestu menjelaskan kriteria Ditjen Pajak untuk menetapkan atau mencabut status suspend di antaranya keabsahan identitas WP atau penanggung jawab WP, serta kesesuaian atau kewajaran profil WP atau penanggung jawab WP. “Jika dalam 30 hari kalender setelah ditetapkan status suspend WP tidak dapat memberikan klarifikasi memadai, kami mencabut sertifikat elektronik sehingga WP tidak dapat lagi menerbitkan FP. Ke depan, kami secara konsisten akan terus mengejar penerbit FP tidak sah melalui penetapan status suspend,” pungkasnya. (Tes/E-3)

 

sumber : www.mediaindonesia.com