Lambannya Reformasi Pajak AS Membuat Rupiah Kembali Menguat

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di pasar spot dibuka menguat. Rupiah di indeks Bloomberg pada Jumat (15/12/2017) menguat 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.568 per USD, dimana Kamis lalu berakhir di Rp13.576 per USD.

Sementara itu, data Yahoo Finance pada perdagangan hari ini, rupiah terpantau menguat 1 poin atau 0,01% menjadi Rp13.572 per USD, dimana kemarin ditutup di Rp13.573 per USD.

Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, mata uang NKRI pada pagi ini berada di level Rp13.572 per USD, terapresiasi 3 poin dari penutupan Kamis di Rp13,575 per USD.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Jumat ini dipatok di Rp13.573 per USD, melemah 8 poin dari penetapan hari Kamis di Rp13.565 per USD.

Rupiah melanjutkan penguatan seiring kembali terpukulnya dolar AS akibat lambatnya reformasi pajak perusahaan. Melansir dari Reuters, indeks USD terhadap sekeranjang mata uang utama menjadi 93,602. Alhasil USD turun 0,1% menjadi 112,315 yen Jepang.

Dolar kembali turun setelah dua Senator asal Partai Republik pada Kamis waktu AS, meminta perubahan pada rancangan undang-undang untuk merombak kode pajak Amerika Serikat.

 

sumber : www.sindonews.com